LEGENDA TELAPAK TOK NYONG Menurut cerita masyarakat setempat tepatnya di Desa Ceruk sekarang, beberapa tahun yang silam hidup seorang yang bertubuh tinggi besar yang menurut ceriteranya jika orang tersebut melangkah mencapai belasan km. Orang tersebut sampai sekarang masih disebut-sebut oleh masyarakat setempat dengan sebutan Tok Nyong. Hari-hari Tok Nyong tersebut tinggal bersama emaknya di Ceruk tepatnya sebelah Barat Desa Ceruk dan pekerjaannya sehari-harinya adalah “MALOK SAGUK dan NYADEP NYOK”. Tok Nyong sendiri Malok Saguk di daerah Setapau sekitar 5 km dari tempat tinggalnya, sedangkan Nyadep Nyok di daerah Sujung. Daerah Sujung tersebut hampir dekat dengan Desa Kelanga. Setiap hari Tok Nyong melakukan pekerjaan tersebut, dan sedikit demi sedikit hasil daripada pekerjaan tersebut dikumpulkan untuk dimakannya sehari-hari. Seperti biasanya Tok Nyong melakukan pekerjaannya dan pulang hingga sor...
Postingan
Menampilkan postingan dari Juli, 2020
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kesenian Alu Dahulu pada saat musim panen dan menuai padi datanglah saat-saat yang ditunggu-tunggu dan amat menyenangkan. Sebagian dari hasil panen disimpan dilumbung dan sebagiannya diolah secara tradisional pula dengan menggunakan satu buah lesung besar dengan beberapa “Anak Alu”. Selain itu untuk merayakan pesta panen masyarakat juga mengemping. Sambil mengemping dengan menggunakan anak alu yang terdiri dari berbagai macam ukuran hingga menimbulkan nada-nada yang khas dan memberikan nada-nada yang indah tersendiri. Dari nada-nada tersebut terciptalah beberapa lagu. Lagu tidak dinyanyikan dengan suara pengenping melainkan dimainkan melalui alu-alu tersebut. Satu buah lesung dapat dimainkan tujuh hingga sembilan alu dengan panjang dua hingga empat meter. Padi hasil tumbukan alu tersebut dinamakan oleh masyarakat dengan sebutan “EMPING”. Emping inilah sedikit demi sedikit dikumpulkan kemudian ditampi untuk memilah-mi...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bubur Pedas Tambelan Bubur Pedas Tambelan merupakan makanan khas dari Pulau Tambelan. Namanya mengikuti rasanya yang pedas. Bubur ini terbuat dari bahan dasar beras dengan berbagai bahan tambahan. Perbedaan dengan bubur nasi biasa adalah berasnya sebelumnya sudah digiling kasar kemudian disangrai. Bahan-bahan lain yang disertakan antara lain kacang tanah, ubi (kayu dan jalar), makaroni, mie, sayuran (wortel dan kangkung), jamur kuping, salai tongkol yang disuwir-suwir. Sedangkan bumbunya biasa disebut dengan bumbu pelembut terbuat dari parutan kelapa yang disangrai bersama ketumbar dan bawang merah. Kesemua bahan dimasak dengan air secukupnya dalam api sedang hingga menyatu. Bubur pedas biasa disajikan agak encer untuk makanan pembuka. Bubur ini bukan makanan sehari-hari, hanya hadir dalam kesempatan khusus misalnya pesta pernikahan, hari raya, dan peristiwa penting lainnya.